TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Tetap Latihan Meski Punya Segudang Pengalaman, Deddy Mizwar: Saya Bukan Manusia Super

Bang Jack Para Pencari Tuhan
Deddy Mizwar dalam perannya sebagai Bang Jack di sinetron Para Pencari Tuhan jilid 18 (Foto: tangkapan layar instagram @parapencarituhanppt.sctv)

WARTAJOGLO, Jakarta - Sinetron Para Pencari Tuhan (PPT) yang selalu menjadi andalan SCTV selama bulan Ramadan, kini telah memasuki tahun ke-18. 

Sejak pertama kali tayang, sinetron ini terus menjadi favorit penonton berkat cerita yang sarat makna dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. 

Tokoh sentral dalam sinetron ini, Bang Jack yang diperankan oleh Deddy Mizwar, tetap menjadi ikon yang membawa pesan dakwah dengan cara yang khas dan menghibur.

Di jilid ke-18 ini, PPT mengangkat fenomena sosial yang sedang hangat di masyarakat, yaitu masalah pengangguran dan pemutusan hubungan kerja (PHK), dengan judul "Dunia Sementara, Coy!". 

Seperti halnya di season-season sebelumnya, sinetron ini selalu berusaha merefleksikan realita yang terjadi di masyarakat, sehingga penonton merasa terhubung dengan cerita yang disajikan.

Dalam sebuah wawancara virtual pada Kamis, 13 Maret 2025, Deddy Mizwar menjelaskan bahwa salah satu kunci sukses PPT adalah kemampuannya mengangkat tema-tema spesifik dengan peran-peran baru. 

"Kita selalu mengambil dan merefleksikan fenomena-fenomena yang sedang terjadi di masyarakat. Ini yang membuat PPT selalu disukai pemirsa," ujar Deddy.

Deddy juga menekankan bahwa setiap masa memiliki penggemarnya tersendiri. Dengan mengangkat isu-isu yang sedang hangat, PPT berhasil mempertahankan relevansinya di hati penonton. 

Pada jilid ke-18 ini, misalnya, sinetron ini menyoroti dampak bonus demografi yang menyebabkan lapangan kerja semakin sempit dan memunculkan berbagai masalah ekonomi. 

"Kondisi ini harus ada solusinya. Salah satunya dengan daya kreativitas dari para anak muda," tambah Deddy.

Selain itu, Deddy menyebut bahwa PPT sengaja mengangkat isu-isu viral seperti tagar #kaburajadulu dan #indonesiagelap agar masyarakat bisa berkaca dari situasi yang ada. 

"Dengan menampilkan sesuatu yang sedang hangat, hal itu akan relate dengan apa yang sedang dialami oleh masyarakat. Di situ para penonton bisa seperti bercermin untuk menonton dirinya sendiri dan mencari solusi," jelas mantan Wakil Gubernur Jawa Barat tersebut.

Tidak hanya dari tema yang diangkat, kesuksesan PPT juga tidak lepas dari totalitas para pemainnya dalam memerankan tokoh-tokoh dalam sinetron ini. 

Deddy mengungkapkan bahwa para pemain dituntut untuk berlatih dengan serius sebelum syuting dimulai. 

"Saya selalu menekankan untuk berlatih dengan serius agar bisa mendalami karakter dengan baik. Kesuksesan itu bukan sesuatu yang instan, tapi karena dikondisikan, ada latihan yang benar-benar serius," ujarnya.

Menariknya, meski sudah menjadi aktor senior dengan segudang pengalaman, Deddy mengaku bahwa dirinya tetap berlatih dengan serius sebelum syuting. 

"Dan hal itu (berlatih serius) tetap selalu saya lakukan sampai saat ini. Karena saya bukan manusia super, jadi saya tetap selalu rajin latihan," ungkapnya.

Dalam wawancara tersebut, hadir pula beberapa pemain lain yang turut membintangi PPT jilid ke-18, di antaranya Sandy Pradana yang memerankan tokoh Awan, Esa Sigit sebagai Bumi, Naimma Aljufri sebagai Mentari, Sandri Karamoy sebagai Agam, dan Noor Azella sebagai Pertiwi. 

Dengan konsistensinya mengangkat isu-isu sosial yang relevan dan totalitas para pemainnya, tidak heran jika Para Pencari Tuhan tetap menjadi salah satu sinetron Ramadan yang paling dinantikan. 

Di tahun ke-18 ini, PPT kembali membuktikan bahwa sinetron tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga media untuk menyampaikan pesan-pesan positif dan solutif bagi masyarakat. //Bang

Type above and press Enter to search.