TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Televisi vs Media Sosial, Bertahan atau Tergilas..?

Produser Eksekutif TVMu, Arina Nurrohmah saat menyampaikan materi dalam pelatihan jurnalistik "Pesantren Digital Ramadan" di Pondok Pesantren KH Mas Mansur, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)

WARTAJOGLO, Solo - Media sosial kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia, layaknya pisau bermata dua yang membawa manfaat sekaligus tantangan. 

Akses informasi yang tersedia 24 jam nonstop membuat masyarakat semakin bergantung pada media sosial untuk memperoleh berita terkini.

Dalam satu dekade terakhir, dominasi televisi sebagai sumber informasi utama mulai tergeser oleh kehadiran media sosial. 

Hal ini diakui oleh Produser Eksekutif TVMu, Arina Nurrohmah, yang menyebut bahwa jumlah penonton televisi di Indonesia terus berkurang seiring dengan kemudahan akses informasi melalui platform digital.

"Siapapun kini bisa memproduksi dan membagikan berita di media sosial," ujar Arina dalam pelatihan jurnalistik Pesantren Digital Ramadan di Pondok Pesantren KH Mas Mansur, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu 22 Maret 2025. 

Namun, ia menyoroti tantangan besar dari fenomena ini, yakni kredibilitas informasi yang dibagikan oleh warganet.

Perubahan ini mendorong banyak media berita, termasuk stasiun televisi, untuk beradaptasi dengan tren digital. 

Kini, berbagai stasiun televisi tidak hanya menggunakan media sosial sebagai alat promosi, tetapi juga sebagai sarana utama dalam mendistribusikan berita. 

Banyak di antaranya yang bahkan menayangkan siaran langsung secara gratis melalui media sosial.

“Sekarang perkembangan teknologi membuat proses produksi berita jadi lebih fleksibel,” tambah Arina.

Tidak hanya itu, kehadiran media sosial juga mengubah cara jurnalis berinteraksi dengan audiens. 

Untuk menjangkau generasi muda seperti Gen-Z dan Gen Alpha, jurnalis mulai mengemas konten dengan cara yang lebih menarik dan dekat dengan keseharian mereka.

Misalnya, tren video “A Day in My Life as A Journalist” di TikTok atau Instagram Reels menjadi cara efektif untuk menarik perhatian generasi muda. 

Penggunaan bahasa gaul dan istilah viral dalam berita juga semakin umum, membuat berita lebih mudah dipahami dan relevan bagi audiens muda.

“Kalau menggunakan bahasa yang rumit, akan sulit dipahami Gen-Z dan Gen Alpha,” jelas Arina.

Meskipun media sosial kini mendominasi, televisi tetap memiliki peran penting sebagai sumber informasi terpercaya, terutama dalam situasi darurat. 

Arina menegaskan bahwa ada saat-saat di mana televisi masih menjadi andalan utama masyarakat.

“Ketika internetnya mati,” ujarnya sambil berkelakar.

Fenomena ini menunjukkan bahwa di era digital yang terus berkembang, media massa, baik televisi maupun media sosial, harus terus beradaptasi agar tetap relevan dan dipercaya oleh masyarakat. //Hum

Type above and press Enter to search.