TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Kuliah 4 Tahun Dijamin Selesai, Begini Formula yang Disiapkan Rektor Unisri

Bukber Unisri
Rektor Unisri, Prof Dr Sutoyo saat memaparkan konsep baru kuliah di Unisri

WARTAJOGLO, Solo - Di tengah realitas banyak mahasiswa yang membutuhkan waktu lebih dari 4 tahun untuk menyelesaikan studi, Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta mencoba menghadirkan terobosan baru yang berani. 

Bukan hanya sekadar slogan, tapi sebuah komitmen institusi yang melibatkan perubahan sistemik dalam pengelolaan akademik. 

Rektor Unisri, Prof Dr Sutoyo tampaknya ingin mengubah paradigma tersebut. Dengan menyatakan bahwa "kuliah di Unisri 4 tahun dijamin selesai," ia tak hanya memberikan janji kepada calon mahasiswa, tetapi juga menantang seluruh elemen kampus untuk bertanggung jawab atas kesuksesan mahasiswanya. 

"Unisri punya konsep baru, di mana kuliah di Unisri 4 tahun dijamin selesai. Hal ini penting karena realitasnya memang selama ini masih banyak yang lulus di atas 4 tahun. Untuk itu kita akan menyiapkan sumber daya manusia serta kurikulum, supaya ada template yang jelas," tutur Sutoyo dalam sambutannya saat menggelar buka puasa bersama pada Selasa 25 Maret 2025.

Ini adalah langkah besar, karena tidak semua perguruan tinggi berani menetapkan standar seperti ini.

Salah satu poin menarik dari konsep ini adalah fokus pada skripsi sebagai faktor utama penyebab keterlambatan kelulusan. 

Selama ini, skripsi sering kali menjadi momok bagi mahasiswa. Proses penyelesaiannya seringkali lambat karena berbagai alasan apakah pembimbing yang sulit ditemui, kurangnya arahan, atau bahkan mahasiswa sendiri yang kurang proaktif.

"Terkait skripsi, mahasiswa didorong untuk segera melakukan sejak awal semester 7. Mereka sudah harus mengajukan judul, melakukan konsultasi rutin dengan pembimbing, dan menyelesaikan seminar proposal tepat waktu," ucap Sutoyo. 

Lebih dari itu, dosen pembimbing juga diberikan tanggung jawab besar untuk mendampingi mahasiswa secara aktif.

Namun, apa yang membuat inisiatif ini menarik adalah bagaimana Unisri memposisikan skripsi bukan sebagai penghalang, tetapi sebagai bagian penting dari proses belajar. 

Dengan template yang jelas dan dukungan yang kuat, skripsi bisa menjadi alat untuk membentuk mahasiswa menjadi individu yang lebih mandiri dan terampil dalam menyelesaikan tugas besar—sebuah keterampilan yang sangat dibutuhkan di dunia kerja.

Satu hal yang sering dilupakan dalam diskusi tentang kelulusan tepat waktu adalah tanggung jawab institusi. 

"Kalau misal dosen pembimbing jadi penghalang mahasiswa lulus tepat waktu, nanti akan kita tegur dan tanyakan kembali komitmennya seperti saat pertama kali dia daftar jadi dosen," tegas Sutoyo.

Memang seringkali, mahasiswa yang tidak lulus tepat waktu dianggap sepenuhnya bersalah, sementara lembaga pendidikan cenderung luput dari evaluasi. 

Unisri mencoba mengubah narasi ini dengan menekankan pentingnya komitmen bersama antara kampus dan mahasiswa.

Misalnya, orang tua mahasiswa baru akan diundang untuk memahami konsep "4 tahun lulus". Ini adalah langkah cerdas, karena melibatkan keluarga dalam proses pendidikan. 

Orang tua tidak hanya menjadi penonton pasif, tetapi juga mitra aktif dalam memastikan anak mereka menyelesaikan studi tepat waktu. 

Di sisi lain, kampus juga menjanjikan dukungan penuh melalui pengembangan kurikulum, pelatihan dosen, dan fasilitas yang memadai.

Namun, apakah ini cukup? Tentu saja, teori yang baik harus diimbangi dengan implementasi yang solid. 

Jika Unisri berhasil mewujudkan komitmennya, maka ini bisa menjadi model bagi perguruan tinggi lainnya di Indonesia.

Selain fokus pada kelulusan tepat waktu, Unisri juga berencana menambah program studi baru yang relevan dengan kebutuhan zaman. 

Bidang seperti digital marketing, teknologi informasi, dan program magister ilmu pendidikan adalah contoh bagaimana kampus ini berusaha menyesuaikan diri dengan perkembangan industri dan teknologi.

Ini adalah langkah strategis, mengingat dunia kerja saat ini semakin membutuhkan tenaga ahli di bidang digital dan teknologi. 

Dengan memperkenalkan prodi-prodi baru, Unisri tidak hanya ingin menjadi tempat belajar, tetapi juga pusat inovasi dan pengembangan talenta masa depan.

Pada Desember 2025, Unisri akan meresmikan kampus barunya di Jalan Sumpah Pemuda. Bangunan tujuh lantai plus basement ini bukan hanya tentang infrastruktur fisik, tetapi juga simbol transformasi besar yang sedang dilakukan oleh kampus ini. 

Dengan fasilitas baru, Unisri berharap dapat memberikan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan modern bagi mahasiswanya.

"Fasilitas adalah alat, tetapi yang terpenting adalah bagaimana alat tersebut digunakan untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna," tandas Sutoyo. //Sik

Type above and press Enter to search.